
Halo, selamat sore, di kesempatan akan dibahas tentang obat maag paling ampuh Antasida simak selengkapnya
Antasida (antacid) adalah penawar yang digunakan untuk menetralkan kemampuan kecut di dalam lambung. Pada dasarnya perut membutuhkan kecut yang berperan ala proses pencernaan bersama membunuh bakteri berbahaya yang ada di makanan. Namun, saat perut terlalu banyak dalam tian asam, kondisi tersebut boleh menimbulkan sakit maag, dengan fenomena berupa sakit ulu hati, sering bersendawa, dengan perut kembung.
Antasida bekerja dengan menurunkan kemampuan kecut di dalam lambung. Berdasarkan bahan pembentuknya, penawar ini terbagi menjadi jumlah jenis, yakni:
- Aluminium hidroksida
- Kalsium karbonat
- Magnesium karbonat
- Magnesium trisilikat
- Magnesium hidroksida
Masing-masing jenis antasida di atas ala dasarnya memiliki guna yang sama. Di jumlah produk, antasida juga dicampurkan bahan lain, misalnya simethicone. Penggunaan antasida bakal lebih baik jika dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter.
Merek dagang: Promag, Mylanta, Polysilane, Magtral, Antasida Doen, Gastran, Simeco, Maag Gel, Konimag, Gastromag, Gestrig
Tentang Antasida
| Golongan | Antasida |
| Kategori | Obat bebas |
| Manfaat | Menetralkan kecut lambung |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dengan anak-anak |
| Kategori kehamilan dengan menyusui | Bagi bok hamil dengan menyusui, antasida terbilang aman selama penggunaannya masih bertemu dengan jumlah yang dianjurkan. Sebisa mungkin tidak memakai penawar tanpa bujukan dokter. |
| Bentuk obat | Suspensi, tablet dengan kaplet kunyah |
Peringatan:
- Jangan berikan antasida ala anak-anak di bawah 12 tahun tanpa bujukan dokter. Beberapa produk antasida tidak diperuntukkan alokasi anak cucu usia
- Hati-hati dalam memakai antasida jika alang ataupun pernah alam tukak lambung, perdarahan, aib hati, penyakit ginjal, ataupun aib jantung.
- Penggunaan antasida oleh orang sakit berusia di atas 60 tahun harus dengan bujukan dengan pengawasan dokter.
- Beberapa jenis antasida dalam tian natrium ataupun natrium (garam) tinggi. Hati-hati jika Anda antara menjalankan diet rendah garam, memiliki tekanan darah tinggi, ataupun alam sirosis.
- Beri tahu dokter jika alang memakai obat-obatan lain, termasuk komplemen dengan produk herba.
- Segera temui dokter apabila terjadi reaksi alergi ataupun overdosis.
Dosis dengan Cara Mengonsumsi Antasida dengan Benar
Dosis antasida (antacid) berbeda ala tiap orang, disesuaikan dengan kondisi dengan umur pasien. Ikuti keterangan yang ada di buntelan dengan konsultasikan dengan dokter terkait jumlah yang tepat juga cara penggunaan penawar ala lengkap.
Antasida ada dalam aliran suspensi, bersama tablet dengan kaplet kunyah. Untuk antasida aliran tablet dengan kaplet kunyah, konsumsi penawar dengan mengunyahnya lebih-lebih dahulu sebelum ditelan, dengan minum air putih setelahnya.
Pada antasida suspensi, kocok penawar sebelum digunakan. Pakai alat penakar yang ada ala buntelan ataupun yang diberikan dokter. Hindari memakai alat penakar penawar sendiri, misalnya sudip makan. Hal itu boleh memengaruhi daya guna penawar karena jumlah tidak bertemu dengan anjuran.
Antasida, baik tablet dengan kaplet kunyah, ataupun pun suspensi, digunakan saat fenomena berbentuk ataupun terasa bakal muncul. Umumnya, antasida dikonsumsi saat ataupun segera setelah makan.
Jika fenomena tidak kunjung membaik, berbentuk reaksi alergi, ataupun mengalami overdosis, segera temui dokter.
Interaksi Obat
Antasida boleh menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan penawar tertentu, di antaranya:
- Mengganggu penyerapan tetrasiklin, penisilin, sulfanomida, digoxin, indometacin, naproxen, phenylbutazone, quinidine, dengan vitamin.
- Meningkatkan penyerapan vitamin C.
Efek Samping Antasida
Efek samping antasida (antacid) jarang terjadi. Efek samping penggunaan penawar ini boleh berupa:
- Diare
- Perut kembung
- Mual dengan muntah
- Kram perut
- Sembelit
Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2018
Sekian pembahasan perihal Antasida semoga artikel ini berfaedah salam