
Hi, berjumpa kembali, di kesempatan akan membahas mengenai obat maag tradisional Obat Maag Ranitidin Ditarik BPOM, Ini Alternatif yang Masih Bisa Dipakai simak selengkapnya
Jakarta - Obat maag ranitidin ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena meradang N-Nitrosodimethylamine (NDMA), zat yang dikaitkan dengan efek kanker. Dokter spesialis penyakit dalam dr Etra Ariadno SpPD dari RSAL Dr Mintohardjo mengatakan bahwa tidak sarwa remedi maag ranitidin korup karsinogen.
"Yang korup hanya ranitidin dari kaum perusahaan remedi saja. Indikasi korup jika kadar N-NDMA diatas 96 ng/hari. Ranitidin bukan produksi dari ke 5 PT yang disampaikan BPOM masih dianggap aman," ujarnya kepada detikcom, Senin (7/10/2019).

Lima remedi maag ranitidin yang ditarik BPOM yaitu Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL, Rinadin Sirup 75 mg/5mL, Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL, dan Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL.
"Untuk amannya para dokter meresepkan remedi non ranitidin buat kasus lambung, bagaikan golongan PPI yaitu omeprazole, lansprazole, dll," imbuh dr Etra.
dr Etra menambahkan, remedi maag ranitidin berfungsi buat menghambat sekresi atau produksi asam lambung yang berlebih. Sehingga remedi ini boleh meredakan rasa sakit dan menyembuhkan luka pada lambung.
"Ranitidin melahirkan antagonis kompetitif reversibel reseptor histamin (H2) pada sel parietal mukosa lambung yang berfungsi buat mensekresi asam lambung," jelasnya.
Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
oke penjelasan perihal Obat Maag Ranitidin Ditarik BPOM, Ini Alternatif yang Masih Bisa Dipakai semoga info ini berguna salam